Aqiqoh
Khutbah Jumat
M
Masrur
7 Mei 2026
3 menit baca
2 views
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا ...
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Setiap jengkal waktu yang kita lewati, setiap hembusan nafas yang kita hirup, adalah nikmat terbesar dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, seringkali kita abai, terlena oleh gemerlap dunia yang fana. Marilah kita hadirkan rasa takut yang meresap ke dalam jiwa, takut kepada-Nya yang Maha Segalanya, yang kelak akan mempertanyakan setiap detik kehidupan kita. Ketakutan yang justru mendorong kita untuk lebih mencintai-Nya, lebih merindukan rahmat-Nya.
Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'anul Kariim:
"Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Baqarah: 233)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Di antara bentuk syukur kita kepada Allah atas limpahan karunia, ada satu amalan yang begitu indah dan memiliki makna spiritual yang mendalam, yaitu aqiqah. Aqiqah bukan sekadar tradisi, bahkan lebih dari itu, ia adalah ibadah yang sarat akan hikmah, sebuah manifestasi syukur atas lahirnya permata hati, sang buah cinta. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur dan diberi nama." (HR. Tirmidzi)
Lihatlah, betapa agungnya kedudukan aqiqah ini, sampai-sampai seorang anak tersegel dan terjamin dengan pelaksanaan aqiqah tersebut.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Aqiqah adalah ungkapan cinta kita kepada Sang Pemberi kehidupan. Saat seekor hewan disembelih dengan penuh keikhlasan, ia bukan sekadar daging yang akan dibagi, namun ia adalah simbol pengorbanan diri, penyerahan mutlak kepada Allah. Bukankah kita pun kelak akan kembali kepada-Nya dalam keadaan tak berbekal apa-apa selain amal shalih? Maka mari kita jadikan setiap amalan, termasuk aqiqah, sebagai bekal terbaik menuju akhirat. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan pada yang demikian itu hendaklah berlomba-lomba dahulu orang-orang yang ingin berlomba." (QS. Al Mutaffifin: 26)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Bayangkan, ketika kita melaksanakan aqiqah, kita telah menunaikan hak anak kita, kita telah memberikan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus kita telah menyemai benih cinta dan rasa syukur di hati kita. Bukankah hati yang senantiasa bersyukur adalah hati yang paling dicintai Allah? Bukankah hati yang dipenuhi cinta kepada sesama adalah cerminan cinta kita kepada Allah? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian dan amal kalian." (HR. Muslim)
Sungguh, aqiqah adalah kesempatan emas untuk memupuk kebaikan dalam hati dan amal perbuatan kita.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Mari kita tatap diri kita dalam-dalam. Apakah kita sudah memberikan hak-hak anak-anak kita, termasuk hak aqiqah mereka, secara sempurna? Apakah kita telah menjadikan ibadah sebagai prioritas utama, atau justru dunia yang menguasai hati kita? Ingatlah, usia kita terus bergulir, detik-detik berlalu takkan kembali. Neraka dengan segala azabnya telah menanti bagi mereka yang ingkar, namun surga dengan segala kenikmatannya telah disediakan bagi hamba-hamba-Nya yang taat. Marilah kita berlari menuju rahmat Allah, memohon ampun atas segala khilaf. Sebagaimana firman Allah:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali 'Imran: 133)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing langkah kita, mengistiqamahkan hati kita di jalan-Nya. Semoga kita senantiasa menjadi hamba-Nya yang bersyukur, bertaubat, dan merindukan pertemuan dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.